Desy Ratnasari tidak kesulitan untuk mengajarkan anak nya berpuasa karena anaknya tak doyan makan. Dan sudah berapa kali Ramadhan ikut berpuasa.
Desy Ratnasari Tak Sulit Ajarkan Anak Puasa
Desy Ratnasari tak perlu
repot-repot mengajarkan anak berpuasa di bulan Ramadan. Nasywa Nathania Hamzah,
anak semata wayangnya, tak doyan makan.
"Anak saya mah gampang banget diajarinnya, alhamdulillah. Dari kecil dia memang susah makan," kata Desy ditemui di Kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2013)
Nasywa yang kini berusia 11 tahun itu sudah beberapa kali Ramadan ikut berpuasa. Bahkan, dia jarang sekali makan sahur.
"Tapi saya kasih tahu, kalau kamu pilih nggak sahur, nggak boleh makan nanti siangnya. Jangan buat alasan untuk nggak puasa," ujar Desy.
Meski demikian, Desy pernah memberikan hadiah jika anaknya kuat berpuasa sampai magrib. Namun, tidak untuk sekarang. "Kalau sekarang sudah kewajiban," kata Desy. (Fei)
"Anak saya mah gampang banget diajarinnya, alhamdulillah. Dari kecil dia memang susah makan," kata Desy ditemui di Kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2013)
Nasywa yang kini berusia 11 tahun itu sudah beberapa kali Ramadan ikut berpuasa. Bahkan, dia jarang sekali makan sahur.
"Tapi saya kasih tahu, kalau kamu pilih nggak sahur, nggak boleh makan nanti siangnya. Jangan buat alasan untuk nggak puasa," ujar Desy.
Meski demikian, Desy pernah memberikan hadiah jika anaknya kuat berpuasa sampai magrib. Namun, tidak untuk sekarang. "Kalau sekarang sudah kewajiban," kata Desy. (Fei)
Sumber : Liputan6.com
Sila ke 2 : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Desy Ratnasari mendukung gerakan Parinama Astha Foundation (PARTHA) yang didirikan oleh Rahayu Saraswati untuk memberantas Human Trafficking.
Desy Ratnasari Dukung PARTHA Berantas Perdagangan Manusia
Liputan6.com, Jakarta Kasus perdagangan manusia masih menjadi
pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia. Hal ini, lantas menjadi
perhatian Desy Ratnasari.
Anggota DPR komisi VIII ini mendukung berbagai gerakan yang peduli dengan upaya
memberantas human trafficking ini.
Salah satunya, Desy mendukung gerakan Parinama Astha
Foundation(PARTHA) yang didirikan oleh Rahayu Saraswati, yang juga anggota DPR
komisi VIII. PARTHA sendiri merupakan sebuah gerakan yang melawan segala bentuk
perdagangan manusia.
"Kasus perdagangan
manusia ini terlalu banyak, mungkin belum diekspos. Semoga (kampanye) gerakan
ini bisa jadi lebih mengurangi perdagangan manusia ke depannya. Kalau bisa
hilang, bahkan sampai nol," ucap Desy Ratnasari saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan, Minggu (31/1/2016).
Mendapatkan dukungan dari banyak teman, jelas membuat
Rahayu Saraswati atau yang akrab disapa Sarah ini merasa senang. Sarah berharap
tak ada lagi anak-anak dan wanita yang menjadi korban perdagangan manusia ini.
"Sebenarnya PARTHA ini mendukung melawan
perdagangan manusia, ada dagangan kecil untuk mendukung kampanye ini. Dukungan
dari teman-teman juga, Desy Ratnasari, dan kami pastikan
anak-anak ke depan terjaga," terang Sarah. (Fac/Rtn)
Sumber : Liputan6.com
Sila ke 3 : Persatuan Indonesia
Demi persatuan antara anak dengan bapak nya atau mantan suaminya, Desy Ratnasari tidak pernah memberikan batasan kepada mantan suami nya untuk bertemu dan berkumpul dengan anaknya Nazwa.
Desy Ratnasari Bebaskan
Anak Lebaran Bersama Mantan Suami
JAKARTA - Desy Ratnasari tak
memermasalahkan anaknya, Nazwa Nathania Hamzah, akan bersamanya atau mantan
suami, Sammy Hamzah, saat Lebaran.
Namun, putrinya lebih sering memilih menghabiskan waktu bersamanya.
"Mostly sama saya, tapi sebelum Lebaran mau pergi sama ayahnya. Ayahnya juga sudah punya anak banyak. Pokoknya aku enggak jadwalkan, suka-suka Nazwa. Kalau mau ketemu Nazwa, sudah bisa telefon," kata Desy ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Desy mengungkapkan, hubungan putrinya dengan mantan suami terjalin baik. Bahkan, menurutnya, Nazwa bisa berbaur dengan anak-anak mantan suaminya saat ini.
"Baik-baik saja, Alhamdulillah. Mereka kompak, suka diajak ngobrol. Mereka suka rebutan mainan, Nazwa enggak bisa apa-apain," tandasnya.
Namun, putrinya lebih sering memilih menghabiskan waktu bersamanya.
"Mostly sama saya, tapi sebelum Lebaran mau pergi sama ayahnya. Ayahnya juga sudah punya anak banyak. Pokoknya aku enggak jadwalkan, suka-suka Nazwa. Kalau mau ketemu Nazwa, sudah bisa telefon," kata Desy ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Desy mengungkapkan, hubungan putrinya dengan mantan suami terjalin baik. Bahkan, menurutnya, Nazwa bisa berbaur dengan anak-anak mantan suaminya saat ini.
"Baik-baik saja, Alhamdulillah. Mereka kompak, suka diajak ngobrol. Mereka suka rebutan mainan, Nazwa enggak bisa apa-apain," tandasnya.
(gal)
Sumber : Okezone.com
Sila ke 4 : Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Untuk meningkatkan perekonomian rakyat di Desa Cijurey, Desy Ratnasari memabagikan mesin jahit untuk menopang keuangan keluarga.
Bagikan Mesin Jahit, Desy Ratnasari
Bangkitkan Harapan Warga
Desy Ratnasari menunjukkan kepeduliannya
terhadap nasib masyarakat di tanah kelahirannya. Minggu (15/7/2013), pelantun Tenda Biru itu
melanjutkan Program Aksi Nyata (PAN) dengan membagikan mesin jahit kepada 30
kelompok penjahit yang ada di Desa Cijurey, Gegerbitung, Sukabumi, Jawa Barat.
Desy menjelaskan, kaum ibu di desa tersebut banyak yang menjadi penjahit demi menopang keuangan keluarga. "Selama ini mereka dapat orderan yang temporary.Semoga dengan mesin jahit baru ini pekerjaan mereka jadi lebih cepat dan hasilnya bagus sehingga makin banyak orderan yang masuk," ungkap Desy usai acara.
Dengan banyaknya pesanan yang dimaksud, otomatis harapan warga untuk mendongkrak perekonomian keluarga bisa tercapai. Inilah yang menjadi tujuan utama. "Program bantuan seperti ini bertujuan agar masyarakat lebih mandiri dari sisi ekonomi," jelas Desy.
Tak hanya memberikan bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Desy mendekatkan diri dengan warga Sukabumi. Apalagi, saat ini ia merupakan calon anggota legislatif periode 2014-2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan Jawa Barat IV yang meliputi Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Menurut perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 12 Desember 1973 ini, sudah saatnya partai politik dan artis yang terjun ke dunia politik, tidak hanya mengobral janji kepada masyarakat. Para figur publik tersebut, lanjutnya, harus melakukan aksi nyata yang bisa dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.
"Masyarakat telah banyak di janjikan bantuan, namun belum ada yang dirasakan. Kami tidak memberikan janji tetapi langsung memberikan bukti sehingga bisa membantu mereka," dia menguraikan.
Sedikit banyak, Desy merasakan susahnya kehidupan masyarakat golongan bawah, termasuk kelompok penjahit tersebut. "25 tahun alhamdulillah kerja di dunia peran salahsatunya jadi penjahit. Saya diberi kesempatan berperan tanpa jadi kehidupan sehari-hari. Jadi saya tahu rasanya, kerja 12 jam, apalagi yang di konveksi dan garment," ceplos dia.
Selain mesin jahit, wanita berusia 39 tahun ini juga memberikan bantuan kepada masjid setempat berupa karpet dan perbaikan MCK (mandi, cuci, kakus).(Jul/Mer)
Desy menjelaskan, kaum ibu di desa tersebut banyak yang menjadi penjahit demi menopang keuangan keluarga. "Selama ini mereka dapat orderan yang temporary.Semoga dengan mesin jahit baru ini pekerjaan mereka jadi lebih cepat dan hasilnya bagus sehingga makin banyak orderan yang masuk," ungkap Desy usai acara.
Dengan banyaknya pesanan yang dimaksud, otomatis harapan warga untuk mendongkrak perekonomian keluarga bisa tercapai. Inilah yang menjadi tujuan utama. "Program bantuan seperti ini bertujuan agar masyarakat lebih mandiri dari sisi ekonomi," jelas Desy.
Tak hanya memberikan bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Desy mendekatkan diri dengan warga Sukabumi. Apalagi, saat ini ia merupakan calon anggota legislatif periode 2014-2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan Jawa Barat IV yang meliputi Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Menurut perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 12 Desember 1973 ini, sudah saatnya partai politik dan artis yang terjun ke dunia politik, tidak hanya mengobral janji kepada masyarakat. Para figur publik tersebut, lanjutnya, harus melakukan aksi nyata yang bisa dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.
"Masyarakat telah banyak di janjikan bantuan, namun belum ada yang dirasakan. Kami tidak memberikan janji tetapi langsung memberikan bukti sehingga bisa membantu mereka," dia menguraikan.
Sedikit banyak, Desy merasakan susahnya kehidupan masyarakat golongan bawah, termasuk kelompok penjahit tersebut. "25 tahun alhamdulillah kerja di dunia peran salahsatunya jadi penjahit. Saya diberi kesempatan berperan tanpa jadi kehidupan sehari-hari. Jadi saya tahu rasanya, kerja 12 jam, apalagi yang di konveksi dan garment," ceplos dia.
Selain mesin jahit, wanita berusia 39 tahun ini juga memberikan bantuan kepada masjid setempat berupa karpet dan perbaikan MCK (mandi, cuci, kakus).(Jul/Mer)
Sumber : Liputan6.com
Sila ke 5 : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Demi terciptanya rasa adil di semua kalangan masyarakat tidak ubah nya dengan PKL yang ada di Jakarta maka Desy Ratnasari berupaya untuk mensentralisasikan PKL tersebut di suatu tempat sehingga mereka tidak akan di gusur oleh Satpol PP.
Doyan Jajan, Desy Ratnasari Berharap PKL
Terlokalisasi
JAKARTA – Di balik tumbuh
kembangnya perekonomian rakyat kecil dengan menjamurnya Pedagang Kaki Lima
(PKL), menjadi masalah bagi Kota Jakarta. Desy Ratnasari yang mengaku suka
jajan, berharap PKL dapat terlokalisasi.
Desy yang baru terpilih menjadi anggota DPR menilai, harus ada solusi yang tepat dari pemerintah kota untuk menindaklanjuti salah satu problema yang tidak kunjung usai di Ibu Kota, yakni PKL.
"Demi kenyamanan dan ketertiban Jakarta terutama, sudah semestinya harus ada kerja sama dari pemerintah kota untuk menempatkan ini menjadi sebuah potensi ekonomi rakyat," kata Desy saat berbincang dengan Okezone, baru-baru ini.
Desy yang mengaku pencinta jajanan menuturkan, harus ada solusi yang tepat untuk pedagang kaki lima di Jakarta.
"Menurut saya, supaya lebih tertib, nyaman, dan indah, jadikan satu saja mereka di satu tempat yang layak dan khusus jajanan kaki lima. Atau gelar festival kaki lima, saya malah senang melihatnya," tutup dia.
Desy yang baru terpilih menjadi anggota DPR menilai, harus ada solusi yang tepat dari pemerintah kota untuk menindaklanjuti salah satu problema yang tidak kunjung usai di Ibu Kota, yakni PKL.
"Demi kenyamanan dan ketertiban Jakarta terutama, sudah semestinya harus ada kerja sama dari pemerintah kota untuk menempatkan ini menjadi sebuah potensi ekonomi rakyat," kata Desy saat berbincang dengan Okezone, baru-baru ini.
Desy yang mengaku pencinta jajanan menuturkan, harus ada solusi yang tepat untuk pedagang kaki lima di Jakarta.
"Menurut saya, supaya lebih tertib, nyaman, dan indah, jadikan satu saja mereka di satu tempat yang layak dan khusus jajanan kaki lima. Atau gelar festival kaki lima, saya malah senang melihatnya," tutup dia.
(Edi)
Sumber : Okezone.com
Oleh:
Anissa Aprilia Adhianti
1MA03
10815839